Jumat, 09 September 2011

Ulasan Singkat Teori Abrams: Objektif, Mimetik, Pragmatik, Ekspresif

Berbicara tentang teori sastra, salah satu tokoh yang sangat berpengaruh adalah M.H. Abrams. Dalam artikelnya yang berjudul Orientation of Critical Theory  Abrams mencoba menawarkan satu kerangka berpikir untuk memahami proses penciptaan satu karya. Kerangka tersebut terdiri dari artis/seniman, karya, semesta, dan penikmat seni/audience. Untuk memudahkan analisis tersebut Abrams mengacak keempat elemen tersebut ke pola segitiga di mana karya seni berada di tengah sebagai hal/objek yang akan dijelaskan.

                            Universe
                              Work
          Artis                             Audience

            Menurut Abrams keempat kordinat ini tidak selalu tetap, melainkan berubah, keempat-empatnya sangat penting tergantung dari apa yang kemudian ingin diteliti. Abrams mengambil contoh, ketika berbicara mengenai alam semesta, maka salah satu teori yang kerap digunakan adalah imitasi yang diperkenalkan oleh Plato. Lebih lanjut, Abrams mencoba  melihat teori apa saja yang berkembang pada masa romantik khususnya meneliti puisi di Inggris pada abad ke-19.
Teori Mimetik
Secara esensial, teori mimetik melihat bahwa karya seni adalah imitasi dari alam semesta. “The Mimetic Orientation- the explanation of art as essentially an imitation of aspects of the universe”. Teori ini bersumber dari pikiran Plato dan Aristoteles. Menurut Abrams teori ini merupakan teori yang paling primitif. 
Teori Pragmatik
Pendekatan Pragmatik menurut Abrams menekankan pada tujuan seniman dan karakter karya yang sifat dasarnya untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan penikmatnya (audience). “The Pragmatic orientation, ordering the aim of the artist and the character of the work to the nature, the need, and the springs of pleasure in the audience”, karena karakteristik tersebut, pendekatan pragmatik tersebar luas sampai dengan abad delapan belas.  

Teori Ekspresif
Menurut Abrams hampir semua aliran romantik di Inggris, mengungkapkan definisi yang menunjukan persamaan atau kesajajaran antara karya dan penyair. Puisi adalah luapan, ungkapan, atau sorotan dari pikiran dan perasaan penyair. Puisi merupakan proses imajinasi yang diubah dan dikumpulkan dari gambaran, pikiran dan perasaan penyair. 
Dengan kata lain, menurut Abrams di dalam teori ekspresif seniman menjadikan dirinya sendiri sebagai element terpenting. “This way of thinking, in which the artist himself become the major element generating both the artistic product and the criteria by whic it is to be judge, I shall call the expressive theory of art”. Pada zaman romantik, pendekatan ekspresif merupakan pendekatan yang dominan dilakukan untuk menganalisis satu karya.    

Teori Objektif
Pendekatan objektif pada prinsipnya memandang karya seni terpisah dari segala sesuatu yang berada di luar karya tersebut. Seni adalah karya seni itu sendiri, lepas dari segala faktor eksternal yang ada. Dalam melakukan analisis dengan sendirinya cukup dengan sesuatu yang sudah ada di dalam karya.“the objective orientation, ’which on principle regard the work of art in isolation from all these external points of reference, analyze it as a self-sufficient entity constituted by its parts in their internal relation, and sets out to judge it solely by criteria intrinsic to its own mode of being”
Pendekatan Objektif yang muncul pada akhir abad ke 18 dan awal abad ke-19,menjadi salah satu pendekatan yang diperhitungkan selama hampir 3 dekade.
Novi Diah Haryanti

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...