Showing posts with label Ruang Belajar Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Ruang Belajar Bahasa. Show all posts

Saturday, April 5, 2014

Menulis Dongeng

Halo mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, terima kasih telah "memaksa" saya untuk memperbarui isi blog ini. Setelah mendapat banyak kejutan di paragraf deskripsi, saya menunggu kejutan lainnya di paragraf narasi. 

Di bawah ini terdapat beberapa dongeng yang telah kalian pilih di kelas dan  "Calon Arang" sebagai alternatif dongeng yang saya ajukan. Sila lanjutkan cerita yang ada. Kalian boleh mengubah akhir cerita sesuai dengan imajinasi kalian dan tidak terpaku pada teks lama. Akan tetapi, untuk mempermudah sila liat versi lengkap dongeng-dongeng tersebut. Berikut ini beberapa ketentuan lain yang harus kalian perhatikan:
  1. Sila salin cerita awal dongeng yang dipilih, baru lanjutkan membuat akhir cerita. Hal ini bertujuan pembaca mendapat pengalaman utuh membaca dongeng. 
  2. Akhir cerita yang kalian buat (tidak termasuk cerita pengantar), tidak lebih dari 4000 karakter.
  3. Saat menulis perhatikaan penggunaan EyD, termasuk saat menyalin cerita awal Anda boleh memperbaiki kesalahan berbahasa yang ada.
  4. Kalimat pertama pada cerita yang diubah harap dicetak tebal (bold) sebagai pembeda dengan cerita awal dongeng. (Ingat hanya kalimat pertama!)
  5. Tulisan di-posting paling lambat Kamis pukul 15.00 WIB, lebih cepat lebih baik. 
  6. Jika kurang paham, sila bertanya di sini dengan membuat komentar sehingga tidak muncul pertanyaan yang sama melalui sms/WA.   
  7. Di bawah ini merupakan dongeng yang bisa dipilih mahasiswa berdasarkan program studi 
  • Manajemen Zakat dan Wakaf (Ziswaf):  "Bawang Merah dan Bawang Putih", "Sangkuriang" dan "Jaka Tarub".  
  • Asuransi Syariah:   "Bawang Merah dan Bawang Putih", "Jaka Tarub", dan "Timun Emas".
  • Perbankan Syariah A: "Bawang Merah dan Bawang Putih", "Sangkuriang", dan "Malin Kundang"
  • Perbankan Syariah B: "Bawang Merah dan Bawang Putih", "Jaka Tarub", dan "Roro Jonggrang"
Selamat berimajinasi dan menulis! 

Sunday, December 4, 2011

Kalimat


  • Kalimat ialah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, memiliki intonasi final, terdiri atas frasa dan klausa (KBBI). 
  • Terdapat 3 buah intonasi final yang memberi ciri kalimat: intonasi deklaratif (tanda titik), intonasi interogeratif (tanda tanya), intonasi seru (tanda seru).  
Jenis Kalimat Berdasarkan Tujuan dan Situasinya  
1.Kalimat berita berfungsi untuk memberitahukan sesuatu kepada pihak lain hingga diperoleh tanggapan yang berupa perhatian. Contoh:
Malam ini sepi sekali.
Ia baru saja datang. 

2.Kalimat perintah merupakan kalimat yang mengharapkan tanggapan (biasanya berupa tindakan) dari pihak lain. 
Dari segi makna, kalimat perintah dapat berupa:
a)Perintah → Pergilah segera!
b)Ajakan → Mari kita ke sana!
c)Larangan → Jangan membuang sampah sembarangan!
d)Mempersilakan →Silakan duduk!
e)Salam → Selamat pagi! 

Frasa dan Klausa

Frasa

Frasa ialah satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata dan konstruksi non-predikatif (unsur pembentuknya bukan subjek-predikat). 
nContoh Kalimat

Adik saya   sedang membaca   buku cerita di kamar tidur
           S                        P                       O                Ket 

Terdiri dari Frasa: 1) Adik saya ; 2) Sedang membaca ; 3) Buku cerita; 4) di kamar tidur
nFrasa dibagi menjadi: 
  1. 1.Frasa endosentris adalah frasa yang unsur pusatnya berdistribusi sama dengan frasa yang dibentuknya. Contoh: mahasiswa teladan → unsur pusat nomina, frasa yang dibentuk Frasa nomina/FN. 
  2. Frasa eksosentris ialah kategori frasa yang dibentuk tidak sama dengan unsur pusatnya, contoh: di kelas → (prep+n) disebut frasa preposisi (Fprep) dengan unsur pusat nomina.

Friday, October 14, 2011

REDUPLIKASI

n
Ulasan singkat reduplikasi ini saya ambil dari buku Morfologi: Suatu Tinjuan Deskriptif yang ditulis oleh Prof. Drs. M. Ramlan. 

Reduplikasi adalah proses pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak. Hasilnya disebut kata ulang dan setiap kata ulang memiliki bentuk dasar.
Contoh kata ulang: rumah-rumah, menari-nari, lauk-pauk.
Contoh bukan kata ulang: sia-sia, alun-alun, mondar-mandir, compang-camping.

Menentukan Bentuk Dasar Kata Ulang
  • Pengulangan pada umumnya tidak mengubah golongan kata. contoh: 
  1. makan-makanan (nomina) → makanan (nomina) 
  2. tersenyum-senyum (verba) → tersenyum (verba)

  • Ada pula pengulangan yang mengubah golongan kata, ialah pengulangan dengan se-nya. Contoh: 
  1. setinggi-tingginya (adverbia) → tinggi (adjektiva)
  2. secepat-cepatnya (adverbia) → cepat (adjektiva)

Monday, August 1, 2011

Mengenal Kelas Kata (bagian ke-2)

Pada bagian ke-2 mengenal kelas kata, saya akan menjelaskan dengan singkat mengenai numeralia, pronomina, preposisi, dan konjungtor.

PRONOMINA (KATA GANTI)
  • Tiga macam pronomina:
  1. Pronomina persona, yaitu pronomina yang dipakai untuk mengacu kepada orang (pertama, kedua, dan ketiga). Penggunaan pronomina persona (kata ganti orang) disesuaikan dengan umur, status sosial, keakraban. 

Monday, July 18, 2011

Mengenal Kelas Kata (bagian pertama)

Setelah empat minggu mempelajari proses pembentukan kata, saatnya mengenalkan kelas kata kepada bapak-ibu guru di kelas kebahasaan. Tidak mudah mengajarkan kelas kata kepada mereka, karena mereka terbiasa mempelajari kata berdasarkan fungsi sintaksisnya. Tapi saya selalu percaya “tidak ada ilmu yang tidak bisa dipelajari”, maka dengan outline sederhana saya mencoba membuat materi kelas kata menjadi semudah mungkin. Saya membagi materi kelas kata dalam dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama ada empat kelas kata yang dibahas, yaitu kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), kata benda (nomina), dan kata keterangan (adverbia). Berikut materi pada pertemuan pertama kelas kata.

Verba (Kata Kerja)

Ciri-ciri verba
  1. Memiliki fungsi sebagai predikat atau inti dalam kalimat. Contoh: pencuri itu lari.
  2. Memiliki makna perbuatan (aksi), proses, atau keadaan yang bukan sifat.  Contoh: Adik main di sungai → (perbuatan); Sungai itu mulai mengering → (proses); Ayam itu mati → (keadaan).

Sunday, June 19, 2011

Morfofonemik dan Afiksasi


Setelah mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dalam Morfologi, pada pertemuan ke-4 saatnya mempelajari tentang Morfofonemik dan Afiksasi. Seperti biasa, Kamis dan Jumat menjadi hari paling memusingkan. Tidak ada yang bisa dilakukkan selain berkencan dengan "Morfologi-Ramlan". Tugas saya  di kelas membuat buku tersebut menjadi jauh lebih mudah dipahami, dengan 2 SKS bukan hal yang mudah tapi bukan tidak mungkin :)

Pertama
Proses Morfoneminik
  •  Merupakan perubahan fonem (bunyi) yang terjadi akibat bertemunya morfem dengan morfem. Proses morfofonemik terbagi menjadi 3:
  1. Proses perubahan fonem, contohnya: meN- → mem, men, meng, meny dan peN- → pem, pen, peng, peny, pel
  2. Proses penambahan fonem, contohnya: meN- → menge- dan peN → penge- 
  3. Proses hilangnya fonem, contohnya: meN- → me dan peN- → pe

Tuesday, June 14, 2011

Belajar Dasar-dasar Morfologi

Tidak ada ilmu yang tidak bisa dipelari

Setelah menyelesaikan satu putaran mengajar Keterampilan Berbahasa di Program Dual Mode PGMI, putaran kali ini saya mendapat mata kuliah Kebahasaan (Morfologi dan Sintaksi). Perut saya mulas bukan main karena terus terang, Morfologi dan Sintaksi merupakan mimpi buruk buat saya. Tiba-tiba saya teringat kenangan semasa kuliah di strata satu, nilai C untuk mata kuliah Linguistik Umum dan Morfologi, sedangkan Sintaksis hanya mendapat B. Lalu apa yang harus saya lakukan?
Memikirkan akan mengajar apa di hari Sabtu, hanya membuat saya stress. Bagaimana tidak, saya ini anak sastra, kok ya bisa ngajar bahasa, hiksss… Akhirnya berbekal buku Ramlan “Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif” saya membuat bahan ajar Sabtu lalu.

Morfologi
  • Morfologi berasal dari kata morf yang berarti bentuk dan logi yang berarti ilmu, sehingga morfologi dapat diartikan sebagai ilmu mengenai bentuk-bentuk dan pembentukkan kata. Sedangkan kata ialah satuan bebas yang paling kecil misal duduk, penduduk, kependudukkan.
  • Tujuan morfologi
  1. Menyelidiki seluk-beluk kata
  2. Menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan dan arti kata yang timbul sebagai akibat perubahan bentuk kata. Contoh: sepeda (n), ber+sepeda menjadi bersepeda (v)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...