Bagian 1
Jika kita membaca salah satu tulisan Jassin dalam bukunya yang bertajuk
Sastra Indonesia sebagi Warga Sastra Dunia, rasanya menarik dan cukup
menggelitik. Menarik karena label “Paus Sastra” membuat pembacaan
terhadap karya Jassin tidak pernah usai, namun menjadi menggelitik jika kita mencoba melihatnya dengan kacamata kekinian. Maka, tidak
salah rasanya jika kita melihat dan mempertanyakan kembali apa
yang dipersoalkan Jassin dalam tulisan "Kenyataan Artistik Tidak Identik Dengan Kenyataan
Objektif". Dalam tulisan tersebut, Jassin mencermati tiga persoalan dari empat karya
yang diulasnya, yaitu 1) karya sastra sebagai hasil imajinasi, tidak
lebih dari itu, 2) hubungan antara pengarang, karya, dan isinya ditinjau
dari kaidah agama, serta 3) sikap pengarang.
Menurut Jassin, imajinasi adalah sesuatu yang hidup, suatu proses,
dan kegiatan jiwa. Dengan demikian, imajinasi yang dituangkan
ke dalam sesuatu karya seni, tidaklah identik dengan kenyataan sejarah,
pengalaman, ataupun ilmu pengetahuan. Dapat pula dikatakan, kenyataan
artistik tidak identik dengan kenyataan obyektif atau sejarah.

