Monday, January 11, 2016

Lindungi Hak Kami sebagai Konsumen dan Nasabah Bank! (Mempertanyakan SOP transaksi perbankan di Indomaret)

Pernah merasakan kecopetan dua kali dalam satu hari? Saya pernah. Pertama saya dicopet oleh pencopet dalam angkot D01 Jurusan Ciputat-Kebayoran Lama. Kedua, saya dicopet oleh Indomaret, yang membiarkan pencopet dengan mudah melakukan transaksi dengan kartu kredit yang saya miliki, tanpa curiga. Padahal jelas-jelas nama yang tercantum di kartu kredit adalah nama perempuan, sedangkan yang menggunakan lelaki. Kok bisa? Begini ceritanya. 
Pada 2 Desember 2015, sekitar pukul 9 WIB, saya berangkat dari depan UIN Jakarta menuju RS Hermina di Depok dengan angkot D01. Tujuan saya adalah turun Pasar Jumat untuk kemudian meneruskan perjalanan dengan bis kota ke Depok. Di dalam angkot yang tadinya sepi, naiklah 3 orang laki-laki, satu-persatu dari tempat yang berbeda. Mereka kemudian duduk di samping kanan-kiri dan depan saya. Tak lama berselang, karena memang jarak antara UIN Ciputat dan Pasar Jumat tak terlalu jauh, salah seorang lelaki diantaranya pura-pura muntah. Saya pun panik, karena posisi lelaki yang akan muntah itu tepat di depan saya, dan arah muntahannya juga tertuju ke saya. Tidak hanya saya yang terganggu, dua lelaki lain sepertinya juga terganggu, dan mereka meminta saya untuk membuka jendela. Entah karena rasa panik atau karena firasat buruk, dag dig dug di dada membuat saya tidak fokus dan menuruti saja apa kemauan mereka. Sampai detik itu saya belum sadar bahwa saya kecopetan. Baru kemudian setelah turun di Pasar Jumat, saya sadar. Namun semuanya sudah terlambat, dompet beserta seluruh isinya, termasuk uang tunai untuk membayar asisten rumah tangga, lenyap. 
Sadar bahwa saya baru kecopetan, saya langsung menelpon suami dan meminta agar kartu kredit diblokir. Sebab, kartu kredit yang saya punyai adalah kartu kredit BNI tambahan miliknya. Masih dalam kondisi lemas, saya juga langsung menghubungi BNI untuk memblokir 2 kartu ATM yang saya miliki. Saat itu Customer Service BNI mengatakan bahwa kedua ATM BNI saya telah terblokir karena terdapat 3 kali salah PIN. Rupanya si copet berusaha menebak PIN ATM dan terblokir. Dari sini saya merasa beruntung, karena PIN ATM menyelamatkan gaji bulanan yang baru saja masuk ke rekening tersebut. 
Namun itu bukanlah kabar buruk terakhir. Hanya berselang kurang dari 10 menit, suami saya memberi kabar kalau si pencopet berhasil menggunakan kartu kredit sebesar 1,3 juta di Indomaret H. Saikin Ciputat yang terletak di samping Selapa Polri di Jalan Ciputat Raya. Hal inilah yang membuat saya, sebagai korban pencopetan, merasa dicopet dua kali. Pertama oleh si pencopet, kedua oleh Indomaret. 
Mungkin, ini bukan kali pertama pencopet tersebut melakukan transaksi di Indomaret H Saikin. Indikasinya, seingat saya, sejak awal si pencopet mengatakan pada supir akan turun di Pasar Jumat. Dia juga tahu lokasi ATM terdekat dan juga lokasi belanja yang bisa menggunakan kartu kredit. Si pencopet ini tahu benar, bahwa lama sedikit saja, maka seluruh kartu perbankan yang dia copet akan terblokir. Jeda waktu antara saya sadar dompet hilang dengan waktu transaksi hanya 8 menit. 
Mengapa saya merasa dicopet dua kali? 

Sunday, March 15, 2015

"Yang Fana adalah Waktu, Kita Abadi"

Sayang, 
terima kasih atas 3 tahun yang luar biasa. Tiga tahun penuh cinta, dalam kasih dan sayangNya. 
Terima kasih untuk terus bersabar, meski kau dapati baju penuh di balik pintu atau sisir yang hilang entah ke mana. 
Terima kasih untuk berbagi waktu, memandikan Binar, mengajaknya main, atau membacakan buku untuknya
Semesta bersama. 

Terima kasih atas pelajaran yang kau berikan pada Binar: 
bahwa mencuci piring, baju, dan membersihkan kamar mandi bukan hanya tugas perempuan, terlebih istri. 
Tapi tugas bersama. 

Terima kasih untuk terus berbagi isi dompet denganku. 
Membiarkanku tetap bekerja, berkarya, 
mengaktualisasikan diri, begitu katamu.

Terima kasih karena kau mau mendengarkan celotehanku saat lelah pulang kerja,
Tentang Pram, tentang Rendra, tentang Dini, dan Kartini
Bahkan sering kali, kita terlelap bersama alunan Sapardi.
Dan tanpa sadar, kau menghapal "Hujan Bulan Juni".

Sayang, terima kasih
atas kasih dan sayang-Nya
Semoga dalam kasih-Nya kita terus bersama
Sayang, teruslah merapal doa-doa "Kita Abadi" 

10 Maret 2015

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?"
tanyamu.
Kita abadi.

Sapardi Djoko Damono
Kumpulan Sajak, Perahu Kertas
1982


Saturday, January 31, 2015

Tugas Menulis Dongeng (Unpam)

Halo mahasiswa semester 3 Unpam, mohon maaf karena saya terlambat mengunggah tugas menulis cerita anak. Cerita yang saya unggah berjudul "Tampe Ruma Sani". Cerita ini berasal dari Nusa Tenggara Barat. Tugas Anda ialah mengubah akhir cerita dan membuatnya lebih menarik. Anda boleh menambahkan atau menghilangkan tokoh. Bagian yang diberi tanda merah, merupakan tanda bahwa Anda harus mulai mengubah cerita. Jangan lupa tulisan diunggah di blog kelas.
Selamat mengerjakan!


TAMPE RUMA SANI
Cerita ini berasal dari Dompu, salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat.
Alkisah pada zaman dulu, tinggallah seorang anak perempuan bernama Tampe Ruma Sani. Semua orang di kampungnya mengenal dia, sebab setiap hari ia menjajakan ikan hasil tangkapan ayahnya. Ibunya sudah meninggal. Di rumahnya ia tinggal bersama ayah dan adik laki-lakinya yang masih kecil. Ia memasak nasi untuk ayah dan adiknya. Kasihan Tampe Ruma Sani yang masih kecil itu harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang seharusnya dikerjakan oleh orang dewasa.
Pada suatu hari, seorang janda menyapa Tampe Rurna Sani, “Sudah habis ikanmu Nak? Tiap hari saya lihat ikanmu cepat habis, apa rahasianya?”
“Saya menjual lebih murah dari yang lain, agar cepat habis, karena saya harus segera pulang menanak nasi untuk ayah dan adik saya. Juga pekerjaan rumah tangga yang lain harus saya kerjakan”, jawab Tampe Rurna Sani sambil berjalan cepat.

Monday, November 24, 2014

DISKUSI PUBLIK "PEREMPUAN DALAM PANDANGAN PENGARANG INDONESIA"

Hai hai, jadi ceritanya saya ditodong untuk membahas "Perempuan dalam Pandangan Pengarang Indonesia". Dua hari jelang hari H baru mulai utak atik tulisan singkat pengantar diskusi. Kalau tulisannya sudah jadi saya share deh. Sekarang infonya dulu ya, jika ada yang sempat boleh datang. Acara terbuka untuk umum dan gratis. Nih info lengkapnya :

Diskusi Publik dan Pentas Seni: "Perempuan dalam Pandangan Pengarang Indonesia"
Pembicara:
1) Novi Diah Haryanti, M. Hum. (Dosen PBSI FITK UIN Jakarta)
2) Prima Yulia Nugraha (Penyair & Staf Bahasa Tempo)
3) Dewi Nova Wahyuni (Penulis & Pemerhati Kemanusiaan)

Pentas Seni:
1) Kemangilodi (Musikalisasi Puisi)
2) P'men & Friends (Pembacaan Puisi)
3) Rizky Kamil (Pembacaan Puisi)
4) Akims Jumbo (Monolog)

Waktu dan tempat:
Selasa, 25 November 2014, Teater Lt.1 FITK UIN Jakarta, Pukul 13.00 WIB.
Nara Hubung:
Silvi : 081282984009
Husnul : 083872266646

Komunitas Penyelenggara:
Majelis Kantiniyah, Bem FDI, KOLEKAN, FLP Ciputat, Radio tangga dan POSTAR
Dengan ini besar harapan kami untuk para pecinta seni dan budaya untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Segarkan UIN Jakarta dengan budaya keilmuan. SEBARKAN dan AJAK semua teman-teman anda
menghadiri acara ini.

Monday, April 14, 2014

Menulis Cerpen

Halo mahasiswa FSH, maaf ya telat memposting ketentuan UTS menulis cerita pendek. Sebenarnya tulisan ini hanya membahas perkara teknis saja, sedangkan untuk contoh cerpennya sila baca cerpen-cerpen yang terbit di Kompas, Tempo, Republika, Media Indonesia, Horison, Femina, dan media lainnya. Yuk, perhatikan ketentuannya!

Pertama tema besar tulisan yaitu Kemanusiaan, Kedaerahan (Lokalitas), dan Kasih sayang.
Kedua tulisan yang dibuat tidak lebih dari 5 halaman A4, spasi 1,5 atau 1,15. Huruf yang digunakan calibri dengan ukuran 11 / 12.
Ketiga tulisan diposting di blog pada Rabu, 23 April 2014 dan dikumpulkan pada dalam bentuk hardcopy pada Jumat, 25 April 2014.
Keempat saya sangat menghargai jika print out cerpen dibuat bolak balik. Tugas tersebut tidak perlu dijilid dan dibuat covernya.
Kelima penilaian akan difokuskan pada tiga hal, yakni EyD, originalitas cerita, dan judul yang menarik.

Apalagi ya, rasanya sih sudah lengkap. Jika ada yang terlewat atau kurang jelas sila ditanyakan dengan mengomentari tulisan ini. Selamat menulis!

Saturday, April 5, 2014

Menulis Dongeng

Halo mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, terima kasih telah "memaksa" saya untuk memperbarui isi blog ini. Setelah mendapat banyak kejutan di paragraf deskripsi, saya menunggu kejutan lainnya di paragraf narasi. 

Di bawah ini terdapat beberapa dongeng yang telah kalian pilih di kelas dan  "Calon Arang" sebagai alternatif dongeng yang saya ajukan. Sila lanjutkan cerita yang ada. Kalian boleh mengubah akhir cerita sesuai dengan imajinasi kalian dan tidak terpaku pada teks lama. Akan tetapi, untuk mempermudah sila liat versi lengkap dongeng-dongeng tersebut. Berikut ini beberapa ketentuan lain yang harus kalian perhatikan:
  1. Sila salin cerita awal dongeng yang dipilih, baru lanjutkan membuat akhir cerita. Hal ini bertujuan pembaca mendapat pengalaman utuh membaca dongeng. 
  2. Akhir cerita yang kalian buat (tidak termasuk cerita pengantar), tidak lebih dari 4000 karakter.
  3. Saat menulis perhatikaan penggunaan EyD, termasuk saat menyalin cerita awal Anda boleh memperbaiki kesalahan berbahasa yang ada.
  4. Kalimat pertama pada cerita yang diubah harap dicetak tebal (bold) sebagai pembeda dengan cerita awal dongeng. (Ingat hanya kalimat pertama!)
  5. Tulisan di-posting paling lambat Kamis pukul 15.00 WIB, lebih cepat lebih baik. 
  6. Jika kurang paham, sila bertanya di sini dengan membuat komentar sehingga tidak muncul pertanyaan yang sama melalui sms/WA.   
  7. Di bawah ini merupakan dongeng yang bisa dipilih mahasiswa berdasarkan program studi 
  • Manajemen Zakat dan Wakaf (Ziswaf):  "Bawang Merah dan Bawang Putih", "Sangkuriang" dan "Jaka Tarub".  
  • Asuransi Syariah:   "Bawang Merah dan Bawang Putih", "Jaka Tarub", dan "Timun Emas".
  • Perbankan Syariah A: "Bawang Merah dan Bawang Putih", "Sangkuriang", dan "Malin Kundang"
  • Perbankan Syariah B: "Bawang Merah dan Bawang Putih", "Jaka Tarub", dan "Roro Jonggrang"
Selamat berimajinasi dan menulis! 

Thursday, May 30, 2013

Mba Mun (Pulang)



You can't always get what you want but if you try sometimes, You just might find You get what you need (Rolling Stone)

     Nak, hari ini kita kehilangan Mba Mun. Dialah yang menemani mama sejak dua minggu sebelum kehadiranmu sampai usiamu 4m3d. Pada mulanya Nak, Mba Mun merupakan sosok yang ingin serius bekerja. Ia memiliki 2 orang anak dan suami yang ditinggalnya di kampung. Kampung yang sama dengan tanah leluhurmu. Dia rajin, meskipun mama harus mengajarinya lebih sabar karena dia sering lupa. Dia juga sayang padamu, bayi yang dia tunggu-tunggu kehadirannya. Bahkan ketika kamu harus difototerapi selama sepekan, dia selalu bertanya “apa kabarmu, apa kamu tidak rewel, dengan siapa kamu di sana?” Dia pula yang kerap menyemangati mama untuk terus memerah ASI yang belum kamu hisap, memasakkan katuk, atau membuatkan jamu-jamuan.  Ya, pada mulanya Nak semua begitu menyenangkan. Rasanya tidak terpikir bahwa akhirnya ia akan cepat pulang.
      Namun Nak, setiap orang memiliki masalahnya sendiri pun dengan Mba Mun. Saat 2 bulan usiamu,  mendadak ia bilang “sang suami menyuruhnya pulang”. Saat itu mama sedih sekali. Kaget, merasa kehilangan, drop, terlintas di kepala mama “siapa yang akan membantu mama menjagamu”. Akh, pasti beda rasanya dengan mba lain yang tidak ikut menunggui kelahiranmu.

Ternyata Mba Mun menunda kepulangnya.

Saturday, May 18, 2013

4 Bulan!


  "A mother understands what a child does not say"
(Anonymous)

     Sabtu pagi dimulai dengan menimang-nimang Binar. Tak terasa, hari ini gadis kecilku tepat empat bulan. Sebentar lagi dia sudah tidak suka ditimang. Orang bilang Binar jgn terlalu sering digendong nanti "bau tangan". Buat saya menggendong salah satu cara mendekatkan (bonding) ibu dan anak yang efektif. Terlebih untuk saya yang bekerja, meskipun tidak seharian tapi tetap ia pasti merasa ditinggal. Terbukti tiap saya pulang dari kampus, dia akan cemberut sebelum akhirnya tertawa setelah saya mengajaknya berbicang. 
Binar 4m
     Selain bisa cemberut, tiga hari sebelum genap 4 bulan Binar sudah memperlihatkan keahliannya tengkurap. Ia sering kesal karena belum bisa kembali, tapi tetap saja dia asik mengitari tempat tidur di siang dan senja hari dengan keahliannya yang masih setengah-tengah itu. Akh, lucunya terlebih melihatnya tidur miring dengan bibir manyun :)

Wednesday, May 8, 2013

Perjalanan Usia


Novi Diah: aku tidak menyukai cigaret
adaagung: Sesuatu yang harus kamu hindari
adaagung: Makanya
adaagung: Tapi kamu tidak bisa lepas dari asapnya
Novi Diah: Hmm
Novi Diah: menarik
....        

Percakapan tersebut terjadi hampir tiga tahun yang lalu, saat saya dan dia sama-sama gelisah memaknai rasa. Cigaret, siapa sangka lelaki yang dulunya selalu saya hindari itu, akhirnya menjadi pasangan hidup, teman berbagi cerita, isi dompet, dan segelas kopi atau teh dipagi hari. 

Tak terasa pula, usianya kini menginjak 32 bukan angka yang "muda", meski tidak pula disebut "tua". Selamat ulang tahun sayang, semoga selamat sepanjang masa. Bersama kita melihat "krucil-krucil" tumbuh dewasa, hingga menemukan jalanNya sendiri. Sehat dan bahagialah selalu, sebagaimana harap dalam doa. Hingga rizki dan berkahNya melimpah ruah. Mungkin tulisan ini terlihat norak, tapi tak apalah seperti katamu saat meretweet ucapan selamat dariku "bolehlah sesekali kita norak mumpung ulang tahun" :) 

Sayang, teruslah bersama hingga kita keriput. Melintasi perjalanan usia, sampai selesai waktu untuk kembali padaNya.

Pixelate Photography

....
It started over coffee, We started out as friends  
It's funny how from simple things, The best things begin
....
I finally found someone, Someone to share my life  
I finally found the one To be with every night

(Barbra Streisand & Bryan Adam : I Finally Found Someone)

Thursday, May 2, 2013

Menyiapkan "Dongeng untuk Binar"

Sebenarnya, sudah lama saya ingin menulis tentang "Dongeng untuk Binar", tulisan yang akan menambah "label" baru di "Ruang Kata Kata" . Tulisan yang berisi segala tentang "Binar", gadis kecil kami yang hadir di hari kedelapanbelas, bulan pertama di tahun yang katanya "Ular Air". Tulisan yang bisa ia nikmati pada saat mulai membaca nanti, hinga ia dapat "mempelajari" sejarah hidupnya sendiri :)

Kami memberinya nama Binar Harsa Semesta. Binar berarti sinar, Harsa merupakan gabungan nama kami Haryanti Santosa dan juga dalam bahasa sansekerta berarti kebahagiaan, semesta merupakan seluruh alam. Harapannya tentu saja, agar Binar selalu bersinar, menjadi anak berbahagia dan membahagiakan orang-orang disekitarnya. 

Friday, April 26, 2013

Tragedi Kamis Malam (Jumat)

"Gambar ini adalah jepretan laman seperti yang ditampilkan pada tanggal 13 Apr 2013 21:36:07 GMT. Sementara itu, halaman tersebut mungkin telah berubah" 

Tulisan tersebut muncul di layar  14" yang sejak pukul 20.00 menyala, artinya tulisan tidak dapat lagi diakses hiks. Waktu itu, saya sedang menulis tentang "Organisasi dan Media (Pergerakan) Perempuan" sambil menikmati wajah tampan Robert Downey Jr. di televisi. Saat tulisan sudah selesai, saya pun segera mempublikasikannya dan memasukkanya ke dalam label " Ruang Budaya dan Gaya Hidup". Setelah dipikir-pikir, rasanya kok label tersebut kurang pas dengan artikel yang saya tulis. Akhirnya, berbekal "ingat-ingat" karena lama sekali saya tidak memperbarui blog, saya pun mencoba mengedit dan menambahkan laman.

Ealah nasib, setelah diedit bukannya lebih baik malah lamannya jadi berantakan. Hingga muncullah ide untuk "menghilangkan" laman yang salah. Sayangnya saya tidak teliti dalam proses "menghilangkan" tadi. Tujuh buah tulisan yang diposting pun hilang. Hiks...

Tuesday, April 16, 2013

Kritik atas ulasan H.B. Jassin "Kenyataan Artistik Tidak Identik Dengan Kenyataan Objektif" (Bagian 2)

Bagian 2

Pendekatan ekspresif banyak digunakan pada abad ke-19 zaman romantik. Di Indonesia pendekatan ini berkembang pada masa Pujangga Baru yang dipelopori oleh Amir Hamzah, Sanusi Pane, ataupun JE Tatengkeng dengan puisi liriknya bahkan menurut Teeuw dalam Ratna (2007) sampai masa Sutardji Calzoum Bachri. Maka tidaklah mengherankan jika Chairil Anwar dan Amir Hamzah membuat tulisan yang hanya dimengerti oleh penyairnya sendiri.  

Mengenai cerpen "Datang dan Perginya", Jassin memberikan catatan "mungkin saja karya Navis menggambarkan pengarang yang hanya mementingkan persoalan dalam hidup atau pengarang menyerahkan suatu persoalan yang diangkat dari suatu peristiwa untuk dikupas pembaca". Lebih lajut, Jassin menjelaskan ada dua pendapat mengenai sikap pengarang dalam menampilkan suatu masalah. Pertama, pengarang yang menampilkan suatu masalah dengan pemecahannya. Kedua pengarang yang membiarkan permasalahan dikupas oleh pembaca sendiri.

Kritik atas ulasan H.B. Jassin "Kenyataan Artistik Tidak Identik Dengan Kenyataan Objektif" (Bagian 1)

Kali ini, saya mencoba menyusun kembali tulisan yang dibuat pada 2009. Sebelumnya tulisan ini pernah saya "posting" di Facebook. Untuk lebih memudahkan pembaca, saya membagi dalam 2 tulisan.

Bagian 1 

Jika kita membaca salah satu tulisan Jassin dalam bukunya yang bertajuk Sastra Indonesia sebagi Warga Sastra Dunia, rasanya menarik dan cukup menggelitik. Menarik karena label “Paus Sastra” membuat pembacaan terhadap karya Jassin tidak pernah usai, namun menjadi menggelitik jika  kita mencoba melihatnya dengan kacamata kekinian. Maka, tidak salah rasanya jika kita melihat dan mempertanyakan kembali apa yang dipersoalkan Jassin dalam tulisan "Kenyataan Artistik Tidak Identik Dengan Kenyataan Objektif". Dalam tulisan tersebut, Jassin mencermati tiga persoalan dari empat karya yang diulasnya, yaitu 1) karya sastra sebagai hasil imajinasi, tidak lebih dari itu, 2) hubungan antara pengarang, karya, dan isinya ditinjau dari kaidah agama, serta 3) sikap pengarang. 

Menurut Jassin, imajinasi adalah sesuatu yang hidup, suatu proses, dan kegiatan jiwa. Dengan demikian, imajinasi yang dituangkan ke dalam sesuatu karya seni, tidaklah identik dengan kenyataan sejarah, pengalaman, ataupun ilmu pengetahuan. Dapat pula dikatakan, kenyataan artistik tidak identik dengan kenyataan obyektif atau sejarah. 

Friday, June 22, 2012

Istana Jiwa: Cerita Para Korban Tragedi 65


Novi Diah Haryanti[1]


Pada acara bedah buku “Istana Jiwa” 24 April lalu di GoetheHaus, walau tidak hadir, Maria Hastiningsih memberikan ulasan terkait novel sejarah yang ditulis oleh Putu Oka Sukanta (POS). Buat saya, poin yang menarik ialah bagaimana Hastiningsih menutup tulisan tersebut dengan sebuah paragraf, “... Istana Jiwa, telah melengkapi sejarah dari perspektif korban kekerasan politik. Kehancuran keluarga dan bagaimana perempuan mempertahankan hidup dirinya dan anak-anaknya di masyarakat yang menghukum mereka dengan berbagai stigma pasca G-30S, tak pernah ada tempatnya dalam Sejarah Nasional; sejarah sebagai 'His-story'. Kita yang wajib mencatat 'Her-story'.”[2]
Dalam usahanya mencatat “her-strory” POS menggunakan banyak tokoh perempuan, mulai dari yang utama, tokoh ibu dan anak, yaitu Maria (Ria) dan Ibu Suri, juga para istri dan kekasih kelompok kiri, yaitu Kirtani, Ivone, Hwani, Ninuk, dan Savitri. Lewat suara-suara merekalah pembaca mengetahui dan merasakan sulitnya menjadi bagian dari tragedi 65.
Di awal cerita, kita dikenalkan pada tokoh Maria, anak Bung Rampi yang merupakan orang penting di Partai Komunis Indonesia (PKI). Maria juga merupakan aktivis Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) yang rajin pergi ke gereja, menjadi anggota drumband dan suara merdunya kerap dipakai Paduan Suara Gereja ataupun paduan suara Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Kisah cintanya dengan Larsono yang merupakan anggotan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), kandas lantara perbedaan agama di antara mereka. Keteguhan Maria mempertahankan keyakinan agamanya, mematahkan mitos yang selama ini berkembang bahwa orang komunis tidak beragama. Selain itu, tampaknya POS tidak ingin kisah cinta beda agama ini mengambil porsi yang cukup besar hingga mampu menghadirkan konflik antara Maria dan Larsono. Bagi mereka, perjuangan dan keyakinan politiklah yang utama, hal tersebut tampak pada kutipan berikut ini.
     “Pada waktu demonstrasi besar-besaran di Kedutaan Inggris, mereka bertemu, karena CGMI dan GMNI adalah kelompok mahasiswa yang mendukung ideologi Soekarno dengan manifesto politiknya yang anti-imperialisme, neokolonialisme, habis-habisan.” (2012: 9)

Monday, January 16, 2012

Parade Teater UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

       Senin, 16 Januari 2012 gelaran Parade Teater yang diselenggarankan oleh Teater7 mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dimulai. Lakon hari ini berjudul "Pagi Bening" dan "Pinangan" akan dipentaskan pada pukul 15.30 dan 19.00 WIB. Sedangkan Rabu, 18 Januari 2012 mahasiswa PBSI UIN kembali menggelar pementasan dengan lakon "Mimpi-Mimpi","Malam Pengantin di Bukit Kera", dan "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi", pada pukul 13.00, 15.30, dan 19.00 WIB. Harga Tiket Masuk Rp5000 untuk lima pertunjukan yang bertempat di Aula Madya lt.2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 
Selamat datang dan Menyaksikan!   

Thursday, December 8, 2011

I Love My Job

Semester ini, saya mengajar dua mata kuliah menulis di dua kampus yang berbeda, yaitu Penulisan Editorial dan Opini di UIN Ciputat dan Menulis Populer di Universitas Pamulang (Unpam). Kedua matakuliah tersebut membuat saya bekerja ekstra karena harus membaca lebih jeli setiap tulisan mahasiswa. Melelahkan tapi sangat menyenangkan! 

Di kelas "Penulisan Editorial dan Opini" saya menantang mahasiswa saya untuk mengirimkan opininya ke media. Bagi yang berhasil dimuat, nilai A di tangan. Kesempatan tersebut saya buka selama satu semester perkuliahan. Ternyata, satu orang mencoba, Reni namanya. Dengan semangat ia menunjukkan tulisannya di koran daerah Tangerang, "Bu tulisan saya dimuat". Saya pun melihatnya dengan semangat. Tak hanya koran, Reni juga membawa bukti pengiriman dan tulisan asli yang ia kirimkan. Hhmm... tulisannya memang banyak diubah, tapi melihat kegigihan dan semangatnya, patutlah dia diberi nilai 85 untuk UTSnya (dengan berbagai pertimbangan terpaksa tulisan itu hanya ampuh untuk UTS). "Wah saya jadi semangat mengirimkan tulisan lain ke media nasional Bu" begitu katanya. Akh, Reni taukah bahwa kamu sudah membuat saya bahagia :)

Sunday, December 4, 2011

Kalimat


  • Kalimat ialah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, memiliki intonasi final, terdiri atas frasa dan klausa (KBBI). 
  • Terdapat 3 buah intonasi final yang memberi ciri kalimat: intonasi deklaratif (tanda titik), intonasi interogeratif (tanda tanya), intonasi seru (tanda seru).  
Jenis Kalimat Berdasarkan Tujuan dan Situasinya  
1.Kalimat berita berfungsi untuk memberitahukan sesuatu kepada pihak lain hingga diperoleh tanggapan yang berupa perhatian. Contoh:
Malam ini sepi sekali.
Ia baru saja datang. 

2.Kalimat perintah merupakan kalimat yang mengharapkan tanggapan (biasanya berupa tindakan) dari pihak lain. 
Dari segi makna, kalimat perintah dapat berupa:
a)Perintah → Pergilah segera!
b)Ajakan → Mari kita ke sana!
c)Larangan → Jangan membuang sampah sembarangan!
d)Mempersilakan →Silakan duduk!
e)Salam → Selamat pagi! 

Frasa dan Klausa

Frasa

Frasa ialah satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata dan konstruksi non-predikatif (unsur pembentuknya bukan subjek-predikat). 
nContoh Kalimat

Adik saya   sedang membaca   buku cerita di kamar tidur
           S                        P                       O                Ket 

Terdiri dari Frasa: 1) Adik saya ; 2) Sedang membaca ; 3) Buku cerita; 4) di kamar tidur
nFrasa dibagi menjadi: 
  1. 1.Frasa endosentris adalah frasa yang unsur pusatnya berdistribusi sama dengan frasa yang dibentuknya. Contoh: mahasiswa teladan → unsur pusat nomina, frasa yang dibentuk Frasa nomina/FN. 
  2. Frasa eksosentris ialah kategori frasa yang dibentuk tidak sama dengan unsur pusatnya, contoh: di kelas → (prep+n) disebut frasa preposisi (Fprep) dengan unsur pusat nomina.

Pentas Teater Realis "Rumah Boneka" ( A Doll's House): Tiga Jam Tanpa Interval

 "Saya mempunyai tugas yang tak kalah sakralnya dengan menjadi seorang ibu, tugas kepada diri sendiri!"

Kalimat tersebut merupakan kutipan dialog teater "Rumah Boneka" yang diadaptasi dari buku drama karya Hendrik Ibsen  "A Doll's House". Dari kata sambutan Faiza Mardzoeki (produser) saya tahu bahwa Ibsen oleh bangsa Norwegia dijadikan simbol kebanggaan nasional. Pemerintah Norwegia mendukung diciptakannya ruang pergaulan kreatif di seluruh dunia melalui Ibsen. Program kesetaraan gender pun dipromosikan dengan nama Nora's Sisters mengambil nama tokoh utama perempuan dalam cerita. Terus terang isu gender ini yang menarik minat saya untuk datang ke Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) kemarin malam (3/12).

Thursday, November 17, 2011

Daftar Pemenang Lomba dan Sayembara Dalam Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2011

Alhamdulillah, blog saya Ruang Kata-Kata mendapat juara 2 di Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2011. Semoga ke depannya makin rajin meng-update tulisan. Berikut sebagian daftar pemenang lomba dan sayembara dalam kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2011. Informasi lengkapnya silakan klik di sini!

Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Tingkat Nasional
  1. Pemenang I, Bekti Patria Dwi Hastuti, S.S., Madiun
  2. Pemenang II, Novi Diah Haryanti, Depok
  3. Pemenang III, Sabjan Badio, Yogyakarta
  4. Pemenang Harapan I, Imam Muhtarom, Surabaya
  5. Pemenang Harapan II, Binhad Nurrohmat, Jakarta Selatan
  6. Pemenang Harapan III, R. Kusdaryoko, S.Pd., Banjarnegara

Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa 

(Urutan sesuai dengan peringkat)
  1. Kompas
  2. Media Indonesia
  3. Koran Tempo
  4. Republika
  5. Seputar Indonesia
  6. Sinar Harapan
  7. Suara Pembaruan
  8. Rakyat Merdeka
  9. Indopos
  10. Pikiran Rakyat
  11.  Suara Karya
  12. Wawasan
  13. Radar Banten
  14. Suara Merdeka
  15. Kabar Banten
  16. Koran Jakarta
  17. Tribun Timur
  18. Seputar Indonesia (Palembang)
  19. Pos Kupang
  20. Warta Kota 
Catatan: terdapat 54 media tetapi saya hanya menampilkan 20 besar saja.  

Penghargaan Sastra Badan Bahasa
  1. D. Zawawi Imron, dengan kumpulan puisi yang berjudul Kelenjar Laut
  2. Leila S. Chudori, dengan kumpulan cerpen yang berjudul 9 Negeri Nadira
  3. Abidah El Khalieqy, dengan novel yang berjudul Mahabbah Rindu

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...